Berita

Aneka Cara Melakukan Puasa Digital

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang-orang yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan pada gadget dan media sosial. Mulai dari memanfaatkan aplikasi hingga mengikuti retreat. Bermula dari ke biasaan menunda nunda pekerjaan dan tugas kuliah, Farhan Muhammad justru mendapat inspirasi untuk membuat aplikasi yang membantunya lebih fokus.

Mahasiswa teknik informatika dan komputer di Universitas Negeri Semarang ini menyadari, salah satu penyebab dia kurang fokus pada kegiatannya sehari-hari adalah ia terlalu asyik di Twitter. Di Twitter, Farhan melalui akunnya, @bitxt, memang cukup sering mencuit. Biasanya cuitan-cuitan mahasiswa 23 tahun ini berisi lucu-lucuan.

baca juga : http://gronkulla.com/genset-untuk-keperluan-konser/

Pengikut akun Twitternya cukup banyak, mencapai 32,1 ribu akun. “Gara-gara aktif di Twitter, saya jadi kurang disiplin,” ujarnya, Rabu lalu. Dia kemudian membaca beberapa artikel soal efek kecanduan media sosial. “Saya merasa sudah di tahap kecanduan.”

Tak jarang Farhan mendengar keluhan serupa dari teman sebayanya. Dengan latar belakang pendidikannya, Farhan lalu merancang aplikasi digital yang bisa jadi solusi agar lebih fokus kuliah. “Apalagi saya sedang mengerjakan skripsi.” Aplikasi yang ia buat pada akhir tahun lalu itu sangat sederhana. Prinsip kerjanya, program ini akan membuatkan kode acak yang digunakan untuk mengganti kata kunci (password) untuk masuk ke akun sosial media.

Kata kunci tersebut sengaja dibuat rumit agar sulit diingat, sehingga pengguna kesulitan untuk masuk ke akunnya. Sebagai gantinya, pengguna akan mendapat kode yang bisa dipakai untuk “menebus” kata kunci tersebut. Tapi, untuk mendapatkan kembali kata kunci, pengguna harus melunasi durasi waktu “puasa media sosial” yang telah ditentukan di awal.

Jika kode dimasukkan sebelum durasi “puasa” itu selesai, program akan mengeluarkan pemberitahuan berisi sisa hari yang harus dijalani tanpa mengakses media sosial. Farhan mengaku merasa terbantu oleh program rancangannya ini. “Lumayan mengurangi ketagihan membuka Twitter.” Karena merasa terbantu, Farhan lalu menerbitkan aplikasinya kepada publik dunia maya di alamat hidupnormal.herokuapp. com.

Situs ini mulai ia promosikan melalui akun Twitternya pada Juni lalu. Rupanya, tanggapan para pengikut Farhan di Twitter cukup baik. Ada sekitar seribu orang yang memberikan respons positif. “Banyak yang senang dan merasa terbantu,” katanya. Vini, 33 tahun, salah seorang pengguna Twitter yang sempat mencoba aplikasi ini, mengaku cara ini lumayan efektif.

“Dengan mengganti password akun media sosial memakai kode yang rumit dan susah diingat, saya jadi sulit untuk buka-buka akun saya.” Vini hanya mencoba aplikasi buatan Farhan selama 3 hari dan hanya digunakan untuk akun Facebooknya. “Lumayan, selama tiga hari itu saya tidak buka Facebook.”