Kesehatan

Apa Bahaya Smartphone Bagi Anak-Anak?

Ada beberapa momen dimana orang tua dihadapkan dengan pilihan yang sulit, salah satunya adalah saat memutuskan apakah anak mereka perlu diberi smartphone. Kenapa ini sulit? Karena jika anak diberi ponsel disaat yang tidak tepat, hal ini bisa menganggu konsentrasi mereka, bahkan tidak mungkin bisa mengganggu kesehatan mental dan emosional mereka juga, yang tentunya tidak diinginkan oleh setiap orang tua.

Sebagai orang tua, Anda perlu mempertimbangkan keputusan tersebut dari berbagai aspek. Artikel ini akan mengulas konsekuensi potensial yang Anak Anda terima, dan informasi bermanfaat yang bisa membantu Anda mempertimbangkan keputusan terbaik, dari kacamata kesehatan.

Dampaknya Bagi Kesehatan

  • Radiasi

Gelombang radio yang digunakan oleh ponsel dapat mempengaruhi kesehatan, terlebih lagi jika anak-anak menggunakannya di umur yang masih sangat muda dimana otak sedang dalam proses berkembang.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, menyatakan bahwa ada keterkaitan antara penggunaan ponsel remaja dan tumor otak. Padahal, para relawan yang menjadi objek penelitian saat itu tidak menggunakan ponsel sebanyak remaja dewasa ini.  Meski begitu, para peneliti tetap menekankan bahwa hasil penelitian tersebut belumlah sempurna, masih dibutuhkan penelitian lebih jauh untuk memastikannya.

  • Terganggunya Kebutuhan Istirahat

Hubungan antara ponsel dan terganggunya waktu tidur sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi. Dampak ini tidaklah baik bagi kesehatan, terlebih lagi bagi anak-anak atau remaja yang membutuhkan tidur untuk tumbuh kembangnya, bukan hanya dilihat dari kuantitas tidurnya, tapi juga kualitasnya.

  • Kesehatan Mental

Beberapa penelitian yang dilakukan, mengaitkan antara interaksi dalam ponsel pintar—mengirim pesan, menggunakan media sosial, multi tasking aplikasi, dan lainnya.—dengan menurunnya Anterior Cingulate Cortex (ACC), sebuah bagian dalam otak yang terlibat dalam pemrosesan emosi dan pengambilan keputusan. Lebih banyak penelitian lagi yang menemukan bahwa penurunan ACC, dapat menyebabkan depresi dan kecanduan.

  • Akses Yang Bisa Berbahaya

Siapkah anak Anda menggunakan akses yang ada pada ponsel dengan baik? Ponsel dewasa ini memberikan akses tidak hanya telepon dan pesan singkat saja, tetapi memberikan kemudahan untuk mengakses sosial media.

Sosial media memang bisa menjadi sarana interaksi satu sama lain, bersamaan dengan manfaat ini, muncul pula potensi yang membahayakan, yaitu cyber bullying  pelecehan seksual, yang lagi-lagi bisa mempengaruhi kesehatan mental anak dan bahkan efeknya bisa permanen.

  • Gangguan Penglihatan

Terus-terusan menatap layar ponsel memberikan dampak seperti mata lelah, mata perih, mata merah serta kering. Juga, layar suatu ponsel  bisa memancarkan blue light atau sinar biru yang diduga memiliki hubungan dengan kerusakan retina dan lensa mata, namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih dalam.

Saran Bagi Orang Tua

  • Ponsel biasa. Terlepas dari kerugian yang diakibatkan oleh ponsel bagi kesehatan, ponsel merupakan sarana komunikasi yang bermanfaat. Jika Anak Anda belum terlihat siap memegang smartphone, Anda dapat memberinya ponsel biasa yang hanya memiliki akses telepon dan pesan singkat.
  • Aturan. Jika Anda merasa anak Anda sudah siap memiliki smartphone, Anda dapat membuat aturan tertentu yang memudahkan Anda mengontrol aktivitas anak Anda. Misalnya, membuat aturan untuk tidak menggunakan ponsel saat larut malam, membatasi penggunaan media sosial, dan sebagainya.
  • Tata krama. Minimnya pengetahuan anak-anak dan remaja dalam menggunakan ponsel dengan bijaksana, membuat para orang tua perlu turut serta membantunya belajar bertata krama. Misalnya, ajari anak Anda untuk tidak menyebarkan hoax, berkomuniksai dengan orang asing, mengirimkan gambar tidak tidak pantas, dan tidak menggunakannya saat sedang jalan.

Anda perlu terus membimbing anak Anda agar mereka juga dapat membuat keputusan yang baik, dalam hal ini adalah menggunakan ponsel. Semoga informasi di atas dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Anda, sebagai orang tua, untuk membuat keputusan yang terbaik.

Sumber: deherba.com