Bisnis fumigasi kapal, jasa fumigasi gudang, jasa fumigasi pallet

Fumigasi Pada Barang Ekspor

Apakah yang dimaksud dengan proses fumigasi untuk makanan? Fumigasi untuk makanan itu sendiri merupakan sebuah proses perlakuan karantina yang bertujuan untuk mencegah masuknya hama atau hewan pengganggu pada makanan saat sedang berada dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya dalam jangka waktu yang lama. Biasa di sebut quarantine treatment. Hal ini dilakukan guna memenuhi persyaratan karantina atau perundang undangan negara terkait tujuan ekspor jika sedang berada pada proses pre shipping treatment. Jenis perlakuan karantina untuk makanan ataupun tumbuhan ini berlandaskan hukum, yakni undang undang no.16 tahun 1992 bahwa segala produk-produk ekspor mulai dari makanan dan tanaman harus di sertai dengan dengan sertifikat pemenuhan ketetapan resmi ini.

Untuk fumigasi terhadapat barang-barang ekspor seperti makanan sebetulnya terdapat beberapa jenis, yaitu menggunakan zat senyawa kimia. Penggunaan pestisida untuk seed treatment pembedakan atau pencelupan ini dilakukan untuk yang fisik seperti heat treatment, irradiasi, control atmosphere, cold treatment, dan jenis fumigasi lainnya. Berikut ini ialah pembahasan terkait fumigasi pada barang-barang ekspor seperti makanan. Jika anda belum tahu, Fumida adalah salah satu perusahaan terbaik penyedia layanan jasa fumigasi kapal.

Standar perlakukan sesuai dengan ketentuan pada barang ekspor biasanya dilakukan seperti proses di bawah ini :

MB Fumigation Atau Methyl Bromide.

  • Phosphine And Liquid Phonesphine Fumigation Atau Biasa Disebut PH3
  • Ethyl Formate Fumigation, Atau Biasa Dikenal ETF
  • Heat Treatment Menggunakan Hot Air Dry Treatment
  • Kemudian, Gamma-Ray Irradiation ( Menggunakan Sinar Gamma )
  • Semi Permanent Immunization Treatmen.
  • Ethylene Oxide Fumigation Atau ETO.
  • Hot Water Treatment Atau Menggunakan Air Panas.
  • Perlakuan Alfa Sipemetrin Untuk Woodchips.
  • Jadi jenis nya banyak untuk fumigasi.

Tujuan utama fumigasi pada barang ekspor itu sendiri merupakan sebuah upaya agar menghindari penyebaran kuman, penyakit, bakteri ataupun cacing atau telur hewan, atau serangga maupun hewan lain agar tidak menyebar ke negara lain. Misalnya adalah ketika anda ingin ekspor barang-barang furnitur, maka anda anda akan dikenakan perlakuan ini agar tidak terdapat penyebaran hewan pengganggu ataupun jamur yang kemungkinan mati di dalam barang tersebut sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi negara lain.