Blog

Makanan Laut dalam Nasi ala Spanyol

Gastromaquia menawarkan menu autentik ala Spanyol yang masih jarang di Jakarta. Alunan musik ala Spanyol menyam- but langkah pengun jung kala memasuki – Gastromaquia. Kursi-kursi kayu berjejer mengelilingi meja makan. Ada juga yang ditempatkan pada area bar. Warna putih mendominasi restoran dua lantai di Jalan Ciniru I, Senopati, Jakarta Selatan, itu. Gastromaquia berdiri sejak Mei 2015 dan khusus menjual menu hidangan Spanyol.

Restoran modern Spanyol ini bekerja sama dengan restoran Gastromaquia di Madrid, Spanyol. Sehingga menu mereka dapat dikatakan sangat autentik dengan menu Spanyol modern. Nama Gastromaquia diberikan oleh salah satu orang tua dari chef di Gastromaquia Madrid. Namun nama ini tidak memiliki arti apa-apa. “Ketika kami tanya apa artinya, ternyata Gastromaquia tidak ada artinya,” kata pemilik Gastromaquia di Jakarta, Allan Danuwidjaja, kepada Tempo, Kamis lalu.

Saya bersama tiga kawan mengunjungi tempat ini pada Selasa siang dua pekan lalu. Kami sudah mereservasi satu hari sebelumnya sehingga begitu datang tak perlu repot mencari tempat untuk duduk. Begitu tiba, saya melihatlihat daftar ma-kanan dan menemukan red sangria, yang terdiri atas red wine, brandy, serta buah-buahan, seperti apel. Red sangria disajikan dalam keadaan dingin sehingga membuat dahaga terasa sirna dalam beberapa kali tegukan.

jual genset untuk restaurant di Jakarta , Bali , Medan, Palembang, Jogja , Semarang

baca juga : http://gronkulla.com/kelebihan-yang-dimiliki-genset-perkins/

Apalagi jika diminum di tengah cuaca Jakarta yang sedang terik-teriknya, seperti pada siang hari. Untuk makanan, kami memesan Paella de Marisco. Ini adalah nasi yang ditempatkan pada sebuah wajan penggorengan besar dan berisikan aneka makanan laut, seperti kerang, udang, dan cumi-cumi. Sajian ini disajikan dengan bawang bombai dan tomat. Secara tampilan, Paella de Marisco mirip nasi kuning, tapi dengan rasa yang lebih segar karena pengunjung bisa menambahkan perasan irisan jeruk di atasnya. Makanan lautnya juga segar karena teman saya yang alergi makanan laut mengaku tidak merasa gatal.

Paella de Marisco merupakan salah satu hidangan autentik dari Spanyol. Masakan ini menjadi simbol Kota Valencia. Kemudian makanan ini berkembang di berbagai kota lain di Spanyol. Sajian ini memiliki berbagai variasi. Selain Paella de Marisco yang berisikan makanan laut, ada Paella Valenciana yang terdiri atas nasi putih, sayuran hijau, dan daging kelinci atau ayam. Ada pula Paella Vegetariana yang terdiri atas nasi, sayuran, jamur, dan kacang-kacangan. Menurut Allan, Paella de Marisco adalah salah satu andalan di restorannya.

Anda juga bisa mengganti pilihan makanan lautnya dengan lobster. Namun jika ingin memesan hidangan paella dengan lobster, Anda wajib melakukan pemesanan pada satu hari sebelum kedatangan Anda. Alasannya, lobster yang digunakan adalah lobster yang segar, bukan lobster beku. “Jadi, perlu order lobsternya dan mengkonfirmasi harga dulu.” Makanan lain yang kami cicipi adalah Risotto Mushroom.

Hidangan ini terdiri atas risotto rice ditambah jamur porcini yang aslinya berasal dari Italia, lalu ditambah pula Foie Gras atau hati angsa. Risotto terasa lembut ketika masuk ke mulut, meski tekstur dari nasinya tetap tertinggal begitu dicoba. Terakhir, kami memesan Stuff Chick Beef, yakni paha ayam panggang yang di dalamnya terdapat potongan daging lain, yaitu beef bacon. Ukurannya lumayan besar dan menggoda untuk segera dilahap.

Makanan ini cukup mengenyangkan, meski hanya memakan dua potong. Potongan dagingnya juga tercium ada aroma wangi yang menambah kelezatan begitu menggigitnya. Makanan lain yang juga menjadi rekomendasi di Gastromaquia adalah Calamari Squid Ink, Pan Fried Goat Cheese, Garlic Butter Prawn, dan Garlic Noodle.

Makanan ringan (tapas) harganya mulai dari Rp 50 ribu, untuk main course Rp 75-95 ribu. Salah seorang pengunjung, Myra Anastasia, 41 tahun, mengatakan bahwa Paella de Marisco adalah favoritnya sekeluarga di restoran itu. Keluarganya lebih suka memakan langsung dari wajan, meski diberikan piring kecil untuk menyantapnya.

“Arroz Negro juga kami suka, sama-sama nasi Paella tapi diberi tinta cumi, rasanya unik,” ujarnya. Myra mengaku berkunjung ke Gastromaquia karena restoran kuliner Spanyol masih sulit ditemui di Jakarta. Ia juga merasa restoran ini menawarkan suasana yang cocok untuk berfoto-foto dan diunggah ke Instagram. “Hanya lahan parkirnya sempit, tapi ada valet service, jadi tak susah.”