Parenting

Mengidolakan Figur Yang Suci

originals.id – Boleh saja mengidolakan seseorang, tapi tetap harus diarahkan. Petik yang positif, buang yang negatif. Ketika sang anak mengidolakan seseorang tentunya orangtua harus mendampinginya. Anak boleh mengidolakan siapa saja, meski begitu sah-sah saja bila orangtua mengarahkan anak kepada figur tertentu. Tujuan orangtua pasti mulia karena berharap anak mengikuti figur tersebut.

Ada banyak figur yang dapat diikuti anak, mulai selebriti hingga figur suci seperti Nabi Muhammad, Yesus Kristus, dan lainnya. Bahkan pengidolaan figur suci sangat dianjurkan karena orangtua harus mengarahkan anak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sesuai dengan kepercayaannya. Orangtua juga mengajari anak untuk mampu mengaplikasikan ajaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak mengambil barang yang bukan miliknya.

Namun, orangtua tidak dapat membatasi anak hanya untuk mengidolakan sesuai harapannya saja, karena dengan bertambahnya usia, anak akan mencari ideal self-nya, biarkan anak berkreasi namun tetap dibimbing dan diarahkan.

Bila Sang Idola Tak Pantas Diidolakan

Si idola mungkin tidak pantas diidolakan karena perilakunya yang buruk. Bila kita ingin melarangnya, lakukan langkah-langkah tepat supaya anak tidak merasa sakit hati. Meski begitu, jangan langsung melarangnya. Sebab, bila orangtua langsung melarang, anak akan merasa tidak dipahami. Anak akan menolak dan itu akan menciptakan konflik yang akan merusak hubungan orangtua dan anak.

Berikan penjelasan dan ajak si anak untuk berpikir tentang hal-hal negatif yang dimiliki oleh sang idola. Biarkan anak yang menemukan jawabanya sehingga ia dapat memutuskan apakah pantas atau tidak dijadikan idola. Sebaiknya, sodorkan alternatif idola lain yang kemungkinan bisa disukai anak. Ajak ia nonton bareng si idola, searching proflnya di internet, membaca buku-bukunya, dan sebagainya. Dengan begitu, ia tetap memiliki idola.