Kesehatan insomnia

Pengertian Insomnia dan Mengatasinya

Pengertian Insomnia

Pengertian Insomnia

Pengertian Insomnia, Insomnia adalah gejala kelainan saat tidur yang berupa sulit tidur. Insomnia bisa disebabkan oleh gangguan psikis dan medis, pola tidur yang tidak sehat, penggunaan obat-obatan tertentu, serta dipengaruhi dari faktor biologis tertentu. Namun, perlu untuk terlebih dahulu mengetahui faktor yang menyebabkan insomnia.  Secara teori orang dewasa membutuhkan tidur terlelap ±8 jam per hari, pada bayi baru lahir total tidur 16-20 jam/hari, anak-anak 10-12 jam/hari, kemudia turun menjadi 9-10 jam/hari pada usia diatas 10 tahun. Ada 3 jenis insomnia yaitu insomnia inisial (tidak dapat memulai tidur), insomnia intermitten (tidak bisa mempertahankan tidurnya atau sering terbangun), dan insomnia terminal (bangun secara dini dan tidak dapat tidur lagi).

Tidur dipercaya memiliki manfaat untuk tubuh antara lain untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, dan kesehatan. Selain itu, energy yang tersimpan selama tidur dapat diarahkan untuk fungsi-fungsi seluler yang penting, karena selama tidur stress pada paru, system kardiovaskuler (jantung dan peredaran darah), endokrin dan lainnya juga menurun aktivitasnya. Sehingga ketika seseorang tidur terlelap ketika bangun akan merasa segar dan bugar.

Insomnia dapat terjadi pada segala usia, yang mungkin terjadi adalah pada wisatawan, shift pekerja yang berubah-berubah (siang vs malam), pengguna obat-obatan terlarang, remaja, wanita hamil atau menopause, seseorang dengan gangguan kesehatan mental, dan orang tua. Pada lansia (usia > 60 tahun) dengan depresi, stroke, penuakit jantung, penyakit paru, diabetes, atritis (peradangan sendi), atau hipertensi (tekanan darah tinggi) sering mengeluh bahwa kualitas tidurnya buruk dan durasi tidurnya kurang, apabila dibandingkan dengan lansia normal pada umumnya.

Pada insomnia ringan biasanya dipicu oleh stress, suasana yang ramai, perbedaan suhu udara, perubahan lingkungan sekitar, masalah jadwal tidur dan bangun tidur yang tidak teratur serta efek samping pengobatan. Sedangkan untuk insomnia kronis (berat) bisa dipicu dari faktor perilaku, termasuk penyalahgunaan kafein, alcohol, atau obat-obatan berbahaya lainnya.

Dalam masyarakat awam, insomnia merupakan hal yang masih asing, sehingga jarang sekali masyarakat mencari pertolongan. Pendapat bahwa insomnia tidak dapat menjadi menyebab kematian, itu adalah keliru. Beberapa gangguan tidur dapat mengancam kesehatan jiwa baik secara langsung maupun tidak langsung. Insomnia dapat memberikan efek pada kehidupan seseorang, antara lain produksi hormone yang tidak seimbang di dalam tubuh yang dapat menyebabkan depresi serta peningkatan tekanan darah. Penderita insomnia akan memiliki kesulitan dalam berkonsentrasi, bisa terjadi gangguan memori serta kehilangan motivasi dan kelelahan. Selain itu, insomnia dapat menyebabkan gangguan sosial berupa kualitas hidup dan kematian karena penyakit yang disebabkan insomnia dapat memperpendek angka harapan hidup dan penderita insomnia memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar untuk mengalami kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan orang normal.

Oleh karena itu, insomnia bisa diatasi dengan cara terapi perilaku seperti menciptakan lingkungan yang nyaman, berpikir positif mengenai tidur. Bisa dengan relaksasi seperti yoga dan olah raga di pagi hari serta dapat mengubah pola tidur yang tidak sehat. Jika cara tersebut tidak dapat untuk mengatasi insomnia maka dapat dengan menggunakan obat-obatan melalui konsultasi dokter. Terapi maupun pengobatan tersebut bisa diberikan tergantung pada jenis dan penyebab insomnia. Itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian insomnia.

Klinik Pandawa adalah salah satu klinik terbaik di jakarta yang secara khusus menangani penyakit kulit dan kelamin, apabila anda mempunyai gejala penyakit kelamin silahkan hubungi Klinik Pandawa di nomor 081386357761